Selasa, 02 Oktober 2012
Perahu Kertas Ku..
Dalam perahu kertas ini, tidaklah sama seperti Perahu Kertas adanya, Tak dapat kulipat dan kuhanyutkan dia ke laut.. Cukuplah dia bermuara padaMu, Tuhan-ku..
Maka Tiadalah yg dapat membacanya selain Engkau Tuhan-ku..
Dalam setiap bait doa yg ku lantunkan padaMu, Maka biarkanlah dia tetap hanyut dalam muara kekhusyuan yg mengalir indah antara Engkau dan aku, HambaMu..
Dalam sujudku yg panjang ditiap malam dingin, Maka biarkanlah untaian doa itu bergulir merasuk ke dalam semesta ke-Maha BesaranMu.
Dalam doa yg ku pinta jika Kau mengizinkannya, Kirimkanlah....
Dia yang dapat berdiri membelakangiku dalam tiap ketaatannya mengingatMu diantara 5 waktu yg telah Kau tetapkan..
Dia yang seharusnya aku lengkapi sebagi tulang rusuknya yg melengkung indah di antara jantungnya.
Dia yang dapat melindungiku dari panas,dingin dan kencangnya angin kehidupan.
Dia yang jikalau lelahnya adalah keharusan buat ku melebihkan sebagian kesadaranku untuk menjaganya dari lelap.
Dia yang menemaniku sampai senja dan menatap semburat jingga di katulistiwa.
Dia yang entah untuk beberapa anak dipanggilnya dengan manja dan dihormati layaknya ksatria.
Dan....
Dia yang semoga akan Engkau datangkan (lagi) dalam hidupku, menjadi pelengkap kebahagian dari keluarga kecilku yang mengimamiku dan dibelakangnya aku mengamini tiap doanya padaMu.
Dalam Perahu Kertas ini, dengan segala kehambaan dan kerendahan hati ini.
Aku, Seorang ibu yang berjuang sendiri untuk seorang gadis kecil yang luar biasa, meminta kepada setiap orang yang membaca pesanku untuk Dia, Amin-kan-lah setiap kata yang terbungkus doa dari ku kepada-Nya, Tuhan.
"Aamiin... " itu sudah lebih dari cukup buatku..
Much Love,
Nunu & Aretha..
Langganan:
Komentar (Atom)

