Untuk kata yang tak pernah terjaga,
Di senja ini, izinkan aku mengucap rindu pada bayangmu.
Mungkin inilah saatnya aku pertanyakan artiku di hidupmu.
Adakah aku seberharga sepatu nyaman
Kamu tau, ada berapa banyak hati yang aku acuhkan demi melihatmu berbalik menghadapku.
Kamu tau, ada tangis yang kadang pecah hanya untuk melihat senyum di balik punggungmu.
Kamu tau, ada berapa banyak luka yang tertoreh dikarenakan terlalu mengindahkan bayang-bayangmu.
dan Kamu pasti lebih tau, ketika rindu ini hanya berakhir pada draft telepon selularku.
Mungkin inilah saatnya aku pertanyakan kembali artiku di hidupmu.
Untuk rasa yang berakhir jadi asa.
Untuk jiwa yang tak lagi meminta.
Di senja ini, izinkan aku mengucap terimakasih atas pamrih.
Catatan saat orang bergegas pulang kerja dan aku masih asik di meja.
Melukiskanmu.
